Sertifikasi SMK3 Perusahaan

Sertifikasi SMK3 Perusahaan, SMK3 kepanjangan dari Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja – Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012 mengenai penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3). PP No. 50 Tahun 2012 telah ditetapkan pada 12 April 2012 di Jakarta. PP tersebut merupakan peraturan pelaksanaan dari pasal 87 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam PP Nomor 50 Tahun 2012 tersebut, semua pemberi kewajiban melaksanakan SMK3, terutama perusahaan yang memperkerjakan minimal 100 tenaga kerja atau perusahaan yang memiliki tingkat potensi kecelakaan yang tinggi akibat karakteristik proses kerja.

Sertifikasi SMK3 Perusahaan

Pengertian Sertifikasi SMK3 Perusahaan

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif (PP No.50 Tahun 2012). Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

Perusahaan atau organisasi yang akan ataupun telah menerapkan Sertifikasi SMK3 Perusahaan diharapkan dapat meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur dan terintegrasi, kemudian dapat mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan melibatkan unsur manajemen dan pekerja, dan juga perusahaan dapat menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman dan efisien untuk mendorong produktivitas.

Sertifikasi SMK3 Perusahaan

Pentingnya Sertifikasi SMK3 Perusahaan (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Tak hanya sebagai tender, penerapan SMK3 akan sungguh membantu dalam “accident prevention” suatu perusahaan. Implementasi SMK3 adalah upaya penyelarasan antara kapsitas kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja supaya tiap-tiap pekerja dapat bekerja secara aman dan sehat tanpa membahayakan dirinya ataupun publik sekelilingnya sehingga diperoleh produktivitas kerja yang maksimal. SMK3 Wajib diterapkan kepada seluruh perusahaan di Indonesia baik itu besar maupun kecil.

Dasar Hukum Sertifikasi SMK3 Perusahaan

  • Undang – Undang No. 01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja;
  • Undang – Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
  • Undang – Undang No. 02 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi;
  • Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
  • Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 26 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Penilaian Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
  • Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05 Tahun 2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum; dan
  • Peraturan Menteri Kesehatan No. 66 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit.

Sertifikat SMK3 Perusahaan bermanfaat antara lain menambah penilaian positif ketika mengikuti tender, meningkatkan citra positif di mata klien perusahaan, mampu memberi perlindungan bagi seluruh tenaga kerja dan yang paling utama sebagai bentuk kepatuhan terhadap Undang-Undang dan Peraturan Negara.

Manfaat Sertifikasi SMK3 Perusahaan

  • Mengetahui pemenuhan perusahaan terhadap peraturan perundangan di bidang Sertifikasi SMK3 Perusahaan.
  • Mendapatkan bahan umpak balik bagi tinjauan manajemen dalam rangka meningkatkan kinerja Sertifikasi SMK3 Perusahaan.
  • Mengetahui efektivitas, efisiensi dan kesesuaian serta kekurangan dari penerapan SMK3.
  • Mengetahui kinerja K3 di perusahaan.
  • Meningkatkan image perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing perusahaan.
  • Meningkatkan kepedulian dan pengetahuan tenaga kerja mengenai K3 yang juga akan meningkatkan produktifitas perusahaan.
  • Terpantaunya bahaya dan risiko di perusahaan.
  • Penaganan berkesinambungan terhadap risiko yang ada diperusahaan.
  • Mencegah kerugian yang lebih besar kepada perusahaan.
  • Pengakuan terhadap kinerja K3 diperusahaan atas pelaksanaan SMK3
  • Sertifikat SMK3 dikeluarkan oleh Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan didistribusikan melalui lembaga audit yang ditunjuk.

Tujuan dan Pentingnya ISO

Saat ini pengelolaam bisnis dilakukan dengan berbagai macam cara agar mendapatkan keuntungan dan bisa bersaing dengan baik. Bagi perusahaan yang akan bersaing secara global harus memiliki standar Sertifikasi SMK3 Perusahaan agar dapat kualitas produk yang dihasilkan lebih terpercaya. Mengingat hal ini, ISO sangat penting digunakan dan memiliki tujuan yang baik dalam pengelolaan bisnis. Untuk mengetahui tujuan dan pentingnya ISO lebih jauh, simak informasi berikut ini.

1. Meningkatkan Kredibilitas Perusahaan

Menggunakan ISO dapat meningkatkan kredibilitas perusahaan, hal ini penting terutama jika Anda ingin bersaing pada market global. Calon konsumen atau konsumen pada bisnis Anda memiliki tingkat kepercayaan brand yang lebih tinggi jika produk atau layanan yang mereka gunakan sudah sesuai standar yang berlaku.

2. Mengoptimalkan Kinerja Karyawan

Sebuah perusahaan yang telah memiliki visi misi dan peraturan yang bermutu sesuai standar dapat membuat isi perusahaan menjadi optimal dan efisien. Karyawan yang bekerja pada perusahaan tersebut akan meningkatkan kualitas dirinya agar sesuai dengan standar perusahaan yang telah ditetapkan.

3. Meningkatkan Good Will Perusahaan

Good will dalam bisnis adalah citra yang baik sehingga perusahaan akan dipandang oleh perusahaan mana saja. Menggunakan sertifikat ISO yang telah didapatkan perusahaan akan membuat nilai perusahaan tersebut menjadi lebih positif. Dengan cara ini akan membawa keuntungan bagi perusahaan sehingga banyak mitra usaha yang akan mengajak kerja sama.

4. Mencegah Pemborosan

Ketika perusahaan yang sedang berjalan memiliki masalah dalam sebuah produk ataupun layanannya, tentunya Anda harus memiliki langkah antisipasi. Dengan memiliki ISO tentu akan memudahkan Anda mengetahui sebuah masalah dan juga menemukan solusi. Menggunakan sebuah “standar” adalah antisipasi atau cara untuk mencegah masalah pada produk maupun pelayanan yang diberikan pada konsumen.

Fungsi ISO untuk Perusahaan

  • Meningkatkan citra perusahaan.
  • Meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan.
  • Meningkatkan efisiensi kegiatan.
  • Memperbaiki manajemen organisasi dengan menerapkan perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan tindakan perbaikan (plan, do, check, act).
  • Meningkatkan penataan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dalam hal pengelolaan lingkungan.
  • Mengurangi risiko usaha.
  • Meningkatkan daya saing.
  • Meningkatkan komunikasi internal dan hubungan baik dengan berbagai pihak yang berkepentingan.
  • Mendapat kepercayaan dari konsumen/mitra kerja/pemodal.