Sertifikasi K3 Umum Kemnaker

TSA Certification adalah badan sertifikasi internasional yang menyediakan sertifikasi untuk berbagai sistem manajemen diberbagai bidang. Sebagai salah satu dari Badan Sertifikasi ISO yang ada di indonesia kami memberikan layanan secara profesional dengan harga terbaik serta fleksibel yang bisa disesuaikan dengan budget anda. Ada pun layanan kami diantaranya adalah Sertifikasi ISO 9001, Sertifikasi ISO 14001, Sertifikasi ISO 22000, Sertifikasi ISO 45001/Sertifikasi OHSAS 18001. Sertifikasi ISO 37001, Sertifikasi HACCP, Sertifikasi ISO 22000, Sertifikasi ISO 20000, Sertifikasi ISO 27001 dan lain sebagainya.

Kami sudah banyak membantu dan memberikan sertifikat iso ke berbagai macam organisasi dan perusahaan yang ada di indonesia dan di berbagai sektor bisnis agar dapat meningkatkan dan mengembangkan sistem manajemen yang lebih efektif.

Sertifikasi K3 Umum Kemnaker

Latar Belakang Sertifikasi K3 Umum Kemnaker

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat dunia industri berlomba – lomba melakukan efisiensi dan meningkatkan produktivitas dengan menggunakan alat-alat produksi yang semakin kompleks. Makin kompleksnya peralatan yang di gunakan, makin besar pula potensi bahaya yang mungkin terjadi dan makin besar pula kecelakaan kerja yang di timbulkan apabila tidak di lakukan penanganan dan pengendalian sebaik mungkin.

Hal ini menunjukkan bahwa masalah – masalah keselamatan dan kesehatan kerja tidak lepas dari kegiatan dalam industri secara keseluruhan, maka pola-pola yang harus dikembangkan di dalam penanganan K3 dan pengendalian potensi bahaya harus senantiasa di kembangkan dan di kelola dengan baik.

salah satu pengelolaan K3 di tempat kerja adalah dengan menunjuk personil yang melakukan pengawasan terhadap ditaatinya peraturan perundang-undangan K3, yang duduk sebagai sekretaris P2K3 dan mengembangkan pelaksanaan K3 diperusahaan.

Untuk itu perlu adanya petunjuk teknis pembinaan calon ahli keselamatan dan kesehatan kerja umum sehingga mendapatkan personil yang mampu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka megendalikan resiko di tempat kerja.

Estimasi Biaya Sertifikasi K3 Umum Kemnaker

Biaya Sertifikasi K3 Umum Kemnaker Rp. 6.500.000 & nbsp; untuk online training sudah termasuk modul, training kit, soft copy materi, sertifikat, lisensi dari kemnaker RI.

* DISCLAIMER ON ** Biaya di atas hanya ilustrasi, sekedar merupakan indikasi/tidak update. Untuk mendapatkan biaya terbaru silahkan hubungi kontak kami via whatsapp/telpon.

Tujuan pelatihan K3

Secara umum, tujuan pelatihan k3 adalah untuk meningkatkan efektivitas performa kerja para karyawan atau pekerja di suatu perusahaan atau badan usaha. Dengan adanya bimbingan dan edukasi intensif tentang pengetahuan dasar dan praktek yang diberikan, calon ahli K3 pada pelatihan K3 ini diharapkan mampu:

  1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekerja
  2. Membantu pekerja melaksanakan pekerjaannya dengan aman, tanpa menimbulkan risiko bagi kesehatannya
  3. Mengurangi kecelakaan kerja
  4. Mengurangi absensi dan penggantian pekerja
  5. Mengurangi biaya kompensasi akibat kecelakaan kerja dan PAK
  6. Mengurangi biaya pemeliharaan mesin dan kerusakan alat kerja
  7. Meningkatkan kepuasan kerja
  8. Meningkatkan produktivitas kerja
  9. Membangun komunikasi jadi lebih baik
  10. Menciptakan kerja sama yang baik
  11. Mengembangkan budaya K3 yang positif dengan lingkungan kerja yang aman dan sehat
  12. Memenuhi kewajiban hukum bagi pengusaha untuk melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja

Dasar Hukum Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memiliki dasar hukum yang diatur oleh Undang-undang Republik Indonesia, yaitu:

  • UU No.1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja
  • UU No. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan
  • UU No.13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan

Untuk melengkapi Undang-Undang di atas, pemerintah juga mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) hingga Keputusan Presiden yang terkait dengan penyelenggaraan K3, yaitu:

  • PP No. 7 Tahun 1973 tentang penggunaan, peredaran, dan penyimpangan pestisida
  • PP No. 13 Tahun 1973 tentang pengaturan serta pengawasan keselamatan kerja di bidang pertambangan
  • PP No.11 Tahun 1979 tentang keselamatan kerja pada pemurnian serta pengelolaan minyak dan gas bumi
  • Keputusan presiden No.22 Tahun 1993 mengenai penyakit yang timbul akibat hubungan kerja

Perlindungan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan jenis perlindungan preventif yang diterapkan untuk mencegah timbulnya Kecelakaan Kerja (K2) dan Penyakit Akibat Kerja (PAK).

Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja menegaskan bahwa perlindungan terhadap Pekerja/buruh di tempat kerja merupakan hak yang harus dipenuhi oleh setiap perusahaan yang mempekerjakan.. Secara umum, perlindungan di tempat kerja (work place) mencakup 3 hal, yaitu:

  1. Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
  2. Moral dan Kesusilaan.
  3. Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama.

Manfaat Sertifikasi K3 bagi Perusahaan

Di dunia kerja, setiap perusahaan wajib menerapkan prinsip K3 untuk melindungi resiko penyakit dan kecelakaan pada pekerja. Sehingga, perusahaan yang tidak memiliki ahli K3 umum (AK3U) wajib memberikan sertifikasi atau pelatihan K3 bagi pegawainya agar perusahaan memperoleh manfaat sebagai berikut:

1. Memenuhi Kewajiban Hukum

UU Nomor 13 Tahun 2003 terkait Ketenagakerjaan mengatur tentang hak bagi setiap pekerja/buruh untuk mendapatkan perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. UU Nomor 1970 tentang Keselamatan Kerja juga mengatur tentang kewajiban suatu perusahaan untuk memiliki ahli K3.

Menurut UU tersebut, suatu tempat kerja wajib memiliki ahli K3 apabila terdapat lebih dari 100 orang tenaga kerja. Walaupun pegawainya kurang dari 100, jika terdapat bahan, proses, peralatan, atau instalasi besar yang beresiko, maka tempat kerja tersebut tetap wajib mempekerjakan seorang ahli K3.

2. Mengurangi Resiko Saat Bekerja

Manfaat sertifikasi K3 yang paling utama adalah untuk mengurangi resiko terjadi penyakit dan kecelakaan akibat kerja. Sehingga, hal ini merupakan bentuk tanggung jawab dari perusahaan atas keselamatan para tenaga kerjanya.

3. Meningkatkan Citra dan Kredibilitas Perusahaan

Ada banyak aspek yang mempengaruhi citra suatu perusahaan secara umum, salah satunya bagaimana cara perusahaan memperlakukan karyawan. Melalui implementasi K3, hal tersebut menjadi wujud kepedulian perusahaan atas para tenaga kerjanya.

Dengan lisensi dan sertifikasi K3, citra dan kredibilitas perusahaan juga akan meningkat secara positif. Sehingga reputasi perusahaan di kalangan masyarakat secara umum maupun di lingkup profesional juga akan meningkat.

4. Meningkatkan Kepercayaan Mitra Kerja pada Perusahaan

Untuk dapat bekerja sama dengan mitra atau rekan kerja, umumnya setiap mitra kerja menetapkan kriteria tertentu. Memiliki sertifikat K3 dapat membantu meningkatkan kepercayaan dari rekan kerja kepada perusahaan, sehingga proses menjalin hubungan kerja sama menjadi lebih mudah.

5. Meningkatkan Produktivitas Perusahaan

Dengan resiko kecelakaan kerja yang semakin minimal, maka resiko pengeluaran ekstra untuk menanggulangi hal tersebut juga dapat dikurangi. Selain itu, kinerja karyawan juga akan lebih aman dan terjaga melalui penerapan SOP yang sesuai.

Oleh karena itu, perusahaan yang sudah memiliki lisensi dan sertifikasi K3 akan memiliki produktivitas kerja yang lebih unggul. Dengan meningkatnya produktivitas kerja, maka profit perusahaan pun akan ikut meningkat.

Syarat Menjadi Sertifikasi K3 Umum Kemnaker

Untuk dapat di tunjuk sebagai seorang tenaga ahli k3 umum, seseorang calon ahli k3 umum harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

Berpendidikan sarjana, sarjana muda atau sederajat dengan ketentuan sebagai berikut :

  • Sarjana dengan pengalaman kerja sesuai dengan bidang keahliannya sekurang kurangnya 2 tahun
  • Sarjana Muda atau Sederajat dengan pengalaman kerja sesuai dengan bidang
    keahliannya sekurang-kurangnya 4 tahun
  • Lulus seleksi/Pelatihan dari tim penilai

Modul Sertifikasi K3 Umum Kemnaker

Kebijakan K3, UU No.1/1970, Dasar – dasar K3, P2K3, K3 Penanggulangan Kebakaran, Pengawasan K3 Listrik, K3 Pesawat Uap, K3 Bejana Tekan, K3 Mekanik, K3 Konstruksi Bangunan, K3 Pengawasan Kesehatan Kerja, Pengawasan Lingkungan Kerja, Sistem Manajemen K3 (SMK3), Audit SMK3, Manajemen Resiko, Analisa Kecelakaan, Statistik dan Laporan Kecelakaan, Praktik, Inspeksi / Kunjungan Lapangan dan Seminar.