Safety induction adalah sebuah latihan tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang diberikan kepada pekerja baru, kontraktor baru ataupun para tamu yang baru pertama kali datang di lokasi perusahaan tersebut. Tujuan safety induction ini adalah untuk mengkomunikasikan bahaya-bahaya keselamatan dan kesehatan kerja umum yang terdapat selama pekerjaan/kunjungan mereka sehingga mereka bisa sadar serta bisa melakukan tindakan pengendalian terhadap bahaya tersebut.

Safety Induction Adalah?
Safety induction merujuk pada pengenalan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diberikan kepada pekerja baru. Tidak hanya untuk pekerja, induksi keselamatan juga esensial bagi kontraktor dan tamu perusahaan. Intinya, ini merupakan pelatihan prosedur keamanan yang wajib dipahami oleh semua individu di lingkungan kerja. Selain prosedur keselamatan, safety induction mencakup hak dan kewajiban pekerja terkait K3 perusahaan dan potensi bahaya di lingkungan kerja. Materi safety induction dapat disampaikan melalui berbagai media seperti tulisan, video, atau alat peraga, memastikan pemahaman pekerja baru terhadap kondisi konkretnya.
Contoh Safety Induction Di Perusahaan
Safety induction adalah sebuah upaya pengenalan keselamatan dan keamanan di lingkungan kerja. Penerapan hal ini bisa diindikasikan melalui beberapa contoh yang dapat terlihat di lingkungan kerja dari suatu perusahaan.
Berikut adalah contoh safety induction di perusahaan yang bisa Anda ketahui.
- Memberi edukasi bekerja di ruang terbatas
- Memberi pemahaman dan kesadaran akan bahaya dan risiko tertentu dari pekerjaan yang dilakukan
- Memberi edukasi tentang bekerja pada ketinggian
- Menyediakan alat untuk menjamin keamanan listrik
- Menyediakan alat untuk keselamatan saat terjadi kebakaran
- Memiliki prosedur darurat
- Membuat kotak P3K atau peralatan medis pertolongan pertama
- Menyusun kebijakan tentang intimidasi dan pelecehan di lingkungan kerja
- Menyusun kode etik bagi seluruh karyawan
- Memberikan panduan tentang cara melaporkan insiden atau bahaya
- Menyebarluaskan kontak rumah sakit dan layanan darurat setempat kepada karyawan
Tujuan Dan Manfaat Safety Induction
Tujuan utama dari pelaksanaan safety Induction adalah memberikan edukasi kepada pekerja baru mengenai prosedur dan aturan keselamatan yang berlaku di perusahaan. Safety induction juga bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan yang dapat timbul akibat kurangnya informasi dan pemahaman pekerja tentang kesehatan dan keselamatan.
Kecelakaan kerja cenderung terjadi pada hari-hari awal kerja, karena pada periode tersebut pekerja belum familiar dengan tradisi dan budaya keamanan perusahaan. Dengan demikian, melalui safety induction, diharapkan pekerja dapat lebih cepat memahami dan menginternalisasi norma-norma keselamatan, sehingga dapat mengurangi insiden kecelakaan di lingkungan kerja.
Beberapa tujuan dan manfaat safety induction adalah sebagai berikut.
- Membantu para pekerja untuk memahami nilai-nilai budaya keselamatan di lingkungan kerja
- Memastikan para pekerja memiliki pengetahuan yang memadai tentang prosedur keselamatan darurat yang mungkin terjadi
- Memastikan para pekerja mengetahui tanggung jawab dan batasan pekerjaan mereka
- Menyampaikan kawasan lingkungan kerja mana yang aman ataupun berisiko bagi seluruh pekerja, sehingga mereka dapat lebih waspada dalam pekerjaannya
- Memberikan pengetahuan tentang titik kumpul dan jalur evakuasi
- Mengurangi kekhawatiran serta mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas kerja
Contoh Safety Induction
Pelatihan induksi keselamatan seringkali berbeda-beda, tergantung pada kondisi dan situasi di setiap perusahaan. Misalnya, perusahaan dengan risiko kebakaran tinggi akan fokus pada safety induction terkait kebakaran. Demikian pula, perusahaan dengan risiko cedera berat akan menekankan induksi keselamatan seputar penggunaan alat pelindung diri dan perlindungan lainnya.
Berikut adalah beberapa contoh safety induction yang umum di beberapa perusahaan.
Prosedur Kebakaran
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan peralatan yang harus ada di setiap perusahaan, terutama di perusahaan yang memiliki potensi kebakaran. APAR berupa tabung yang mengandung bahan pemadam untuk meredam api dalam skala kecil. Sebagian orang mungkin tidak familiar dengan cara menggunakan APAR. Oleh karena itu, pelatihan induksi keselamatan wajib menyampaikan informasi mengenai penggunaan APAR.
Berikut adalah beberapa prosedur penggunaan APAR.
- Tarik pin pengaman yang terdapat pada APAR, jangan menekan tuas atas dan bawah secara bersamaan
- Arahkan nozzle pada titik api, pegang ujung selang dan jangan memegang selang pada bagian pangkal atau tengah
- Tekan handle APAR untuk mengeluarkan bahan pemadam di dalamnya
- Sebarkan secara menyeluruh pada sumber api
- Semprotkan dengan jarak yang tepat, yaitu 3-5 meter dari sumber api
- Jangan menggunakan APAR pada kebakaran besar
- Jangan semprotkan APAR berlawanan dengan arah angin
Safety Sign
Rambu keselamatan kerja atau safety sign adalah tanda yang memberikan informasi kepada pekerja mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Rambu-rambu ini menjadi kode vital untuk mengurangi risiko kecelakaan. Penggunaan safety sign harus mematuhi peraturan rambu yang berlaku, sehingga informasi dapat disampaikan secara efektif dan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
Beberapa contoh safety sign pada lingkungan kerja adalah sebagai berikut.
- Merah: Untuk menunjukkan bahaya dan potensi kebakaran, biasanya merujuk pada benda-benda kimia yang mudah terbakar
- Kuning: untuk menunjukkan waspada, biasanya terdapat pada tempat yang berpotensi terjadi kecelakaan ringan
- Hijau: Untuk menunjukkan safety, biasanya berada pada tempat penyimpanan alat keselamatan
- Biru: Untuk menunjukkan perhatian dan menyampaikan informasi
- Lingkaran: Untuk menunjukkan larangan atau perintah
- Segitiga: Untuk menunjukkan peringatan bahaya
- Persegi: Untuk menunjukkan instruksi yang wajib dilakukan
Panduan Emergency
Panduan darurat menjadi salah satu materi krusial dalam induksi keselamatan. Panduan ini merincikan prosedur keselamatan yang harus diikuti saat terjadi kecelakaan, seperti kebakaran atau bencana alam. Meskipun tentu tidak diharapkan terjadinya situasi tersebut, tindakan preventif menjadi sangat penting untuk menghadapi kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi.
Beberapa contoh panduan evakuasi emergency adalah sebagai berikut.
- Segera hentikan seluruh pekerjaan dan bergegas meninggalkan gedung ketika mendengar atau melihat tanda bahaya
- Jangan fokus untuk mencari barang-barang pribadi sebelum meninggalkan gedung
- Jangan panik dan ikuti instruksi keselamatan
- Matikan seluruh alat kerja yang terhubung dengan listrik
- Jangan lupa tutup laci meja
- Segera menuju daerah terbuka yang jauh dari gedung untuk menghindari risiko keruntuhan
- Pada kondisi yang tidak memungkinkan untuk keluar gedung ketika terjadi bencana alam, berlindunglah di bawah meja atau properti aman lainnya
- Jangan memaksa masuk kembali sebelum ada instruksi keamanan dari petugas yang berwenang
Itulah dia artikel yang menjelaskan secara lengkap tentang pengertian safety induction beserta tujuan, aturan, contoh, dan prosedurnya yang perlu diketahui.
TSA Certification
TSA Certification adalah badan sertifikasi internasional yang menyediakan sertifikasi untuk berbagai sistem manajemen diberbagai bidang.
Sebagai salah satu dari Badan Sertifikasi ISO yang ada di indonesia kami memberikan layanan secara profesional dengan harga terbaik serta fleksibel yang bisa disesuaikan dengan budget anda. Ada pun layanan kami diantaranya adalah Sertifikasi ISO 9001, Sertifikasi ISO 14001, Sertifikasi ISO 22000, Sertifikasi ISO 45001/Sertifikasi OHSAS 18001. Sertifikasi ISO 37001, Sertifikasi HACCP, Sertifikasi ISO 22000, Sertifikasi ISO 20000, Sertifikasi ISO 27001 dan lain sebagainya.
Kami sudah banyak membantu dan memberikan sertifikat iso ke berbagai macam organisasi dan perusahaan yang ada di indonesia dan di berbagai sektor bisnis agar dapat meningkatkan dan mengembangkan sistem manajemen yang lebih efektif.

